Kalimat ini mungkin adalah alasan yang paling sering saya dengar dari orang yang ingin belajar bahasa Inggris.
Apakah semua orang yang lancar berbahasa Inggris benar-benar hafal 16 tenses?
Sejak sekolah, banyak dari kita belajar bahasa Inggris dengan cara yang hampir sama: menghafal rumus, mengerjakan latihan, lalu mengikuti ujian. Akibatnya, muncul anggapan bahwa bahasa Inggris adalah kumpulan aturan yang harus dikuasai terlebih dahulu.
Padahal, bahasa adalah alat komunikasi.
Bayangkan jika seorang anak kecil harus memahami seluruh aturan tata bahasa sebelum mengucapkan kata pertamanya. Tentu itu tidak masuk akal.
Anak belajar berbicara karena terbiasa mendengar, meniru, lalu mencoba. Tata bahasa berkembang seiring waktu, bukan sebagai syarat untuk mulai berbicara. Hal yang sama berlaku saat kita mempelajari bahasa Inggris.
Tentu saja grammar penting.
Grammar membantu kita menyampaikan pesan dengan lebih jelas, lebih tepat, dan lebih profesional. Namun, grammar bukan pintu masuk untuk mulai berbicara. Grammar adalah proses penyempurnaan, bukan penghalang.
Jika Anda menunggu sampai semua grammar terasa sempurna, kemungkinan besar Anda akan terus menunda untuk berbicara. Sebaliknya, ketika Anda mulai menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, Anda akan lebih mudah memahami mengapa suatu pola grammar digunakan.
Dengan kata lain, praktik membantu teori menjadi lebih mudah dipahami.
Kalimat pertama:
"Yesterday I go to the office."
Kalimat kedua:
"Yesterday I went to the office."
Kalimat kedua memang lebih tepat.
Namun, apakah lawan bicara masih memahami maksud dari kalimat pertama?
Ya.
Artinya, komunikasi tetap terjadi.
Kesalahan grammar memang perlu diperbaiki, tetapi jangan sampai rasa takut membuat Anda memilih diam.
Dalam percakapan sehari-hari, tujuan utama adalah membuat lawan bicara memahami apa yang ingin kita sampaikan.
Ketika seseorang bertanya:
"What did you do yesterday?"
Mereka tidak sedang menguji kemampuan grammar Anda, Mereka hanya ingin mengetahui cerita Anda. Semakin sering Anda berbicara, semakin terbiasa pula Anda menggunakan pola kalimat yang benar secara alami.
Jika tujuan Anda adalah mampu berbicara dengan percaya diri, mulailah dari hal-hal berikut:
Cara belajar seperti ini membuat proses menjadi lebih menyenangkan dan terasa relevan karena Anda langsung mempraktikkan apa yang dipelajari.
Mitos bahwa seseorang harus menghafal 16 tenses sebelum bisa berbicara bahasa Inggris telah membuat banyak orang kehilangan rasa percaya diri. Padahal, kemampuan speaking tidak lahir dari seberapa banyak rumus yang dihafal, melainkan dari seberapa sering bahasa tersebut digunakan. Belajar grammar tetap penting, tetapi jangan menjadikannya alasan untuk menunda berbicara, Mulailah dengan kalimat sederhana, Berani melakukan kesalahan.
Ingat, bahasa dipelajari untuk digunakan, bukan hanya untuk diuji.